di sumber disebutkan bahwa panjang rantai senyawa alkohol mempengaruhi tingkat keencerannya, pertanyaannya bagaimana penggunaan alkohol yg berbentuk encer, kental itu dalam suatu obat apakah mempengaruhi dari efek farmakologi suatu obat
menurut buku Martindale: The Complete Drug Reference menjelaskan Penggunaan alkohol yang berbeda dalam suatu obat dapat mempengaruhi efek farmakologi obat tersebut. Sebagai contoh, alkohol encer (misalnya etanol 95%) umumnya digunakan sebagai pelarut obat-obatan dalam pembuatan sediaan farmasi, sedangkan alkohol kental (misalnya gliserol) dapat digunakan sebagai zat pengental dalam pembuatan sediaan farmasi seperti gel atau salep.
di sumber disebutkan bahwa panjang rantai senyawa alkohol mempengaruhi tingkat keencerannya, pertanyaannya bagaimana penggunaan alkohol yg berbentuk encer, kental itu dalam suatu obat apakah mempengaruhi dari efek farmakologi suatu obat
BalasHapusmenurut buku Martindale: The Complete Drug Reference menjelaskan Penggunaan alkohol yang berbeda dalam suatu obat dapat mempengaruhi efek farmakologi obat tersebut. Sebagai contoh, alkohol encer (misalnya etanol 95%) umumnya digunakan sebagai pelarut obat-obatan dalam pembuatan sediaan farmasi, sedangkan alkohol kental (misalnya gliserol) dapat digunakan sebagai zat pengental dalam pembuatan sediaan farmasi seperti gel atau salep.
Hapus